Rabu, 19 Januari 2011

Gubernur Riau Tantang Elias Pical di Ring

Adu jotos Rusli Zainal vs Elias Pical akan berlangsung selama tiga ronde.

Gubernur Riau H. Muhammad Rusli Zainal
Gubernur Riau, Rusli Zainal, menantang mantan juara tinju dunia, Elias Pical, adu jotos di atas ring.  Pertandingan ini akan menjadi kesempatan langka, mengingat Elias Pical yang sudah lama gantung sarung tinju akan naik ring lagi.

Manager Rusli Zainal, Zulkarnain Kadir menjelaskan, saat ini gubernur Riau tengah mempersiapkan diri dan berlatih di sebuah sasana di Pekanbaru untuk menghadapi Elias Pical.
"Laga tinju eksebisi peresmian ring tinju Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Riau itu akan digelar Sabtu 22 Januari 2011 mendatang," kata Zulkarnaen, Rabu 19 Januari 2011.

Pertandingan rencananya akan digelar hanya tiga ronde. "Kita yakin gubernur Riau mampu menaklukkan mantan juara dunia itu pada ronde kedua," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk laga tinju tersebut. Salah saatunya adalah mendatangkan pelatih tinju dari Jakarta.

"Kedua petinju akan melakukan cek kesehatan, timbang badan sekaligus latihan terakhir pada Jumat, 21 Januari 2011. Sehari sebelum pertandingan."
Selain dalam rangka peresmian ring tinju Pertina, pertandingan ini dimaksudkan juga untuk menyemarakan Riau sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012 nanti.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Pertina Riau, Robin P Hutagalung menjelaskan bahwa pertandingan tinju Rusli Zainal vs Elias Pical itu merupakan partai puncak.
"Elias dan managernya dijadwalkan tiba di Pekanbaru Kamis, 20 Januari 2011. Setelah itu, petinju Ambon berjuluk 'The Exocet' ini akan melakukan serangkaian latihan," tuturnya.

Robin menambahkan, pertandingan tersebut untuk peresmian Ring Tinju Pertina di Jalan Yos Sudarso Rumbai yang bakal digunakan nanti pada PON XVIII.
 

Jumat, 14 Januari 2011

KEAJAIBAN : Air keluar dari Kran yang tergantung

Air keluar dari kran tergantung
Sekitar satu setengah jam berkendara dari Seoul, Korea Selatan, adalah Gunung Sorak yang indah menenangkan. Wilayah Gunung ini menawarkan pemandangan yang memukau dan sejumlah jalan pendakian untuk pencinta alam, dan di kaki gunung terdapat berbagai macam kuil Buddha dari berabad-abad. Berikut adalah beberapa foto pemandangan dari kaki gunung, menampilkan lanskap hijau yang lebat, warna warni patung penjaga (kiri, baris ketiga) dan air mancur ajaib (kanan, baris kedua). Pastikan untuk datang kembali minggu depan karena kami akan membawakan lebih banyak foto-foto tersebut, kali ini dari puncaknya Gunung Sorak!

Rabu, 12 Januari 2011

Arema Curi Poin di Kandang PSPS

Kendati konsentrasi dikacaukan hengkangnya Pierre Njanka, Arema FC masih bias membawa pulang satu poin dari Sport Center Kuantan Singingi, Kuansing, Pekanbaru. Tim berjuluk Singo Edan Manahan tuan rumah PSPS Pekanbaru 1-1

Di pertandingan yang berjalan relatif berimbang, tuan rumah unggul terlebih dahulu melalui April Hadi di menit 23. Sedangkan Arema FC yang tampil penuh semangat, seakan tak terganggu kepergian Njanka, menyamakan skor via tendangan bebas Esteban Guillen menit 37.

“Pertandingan yang tidak mudah. Kami sejak semula tahu sulit mengalahkan PSPS karena mereka selalu bersemangat di kandang. Sebenarnya kita ingin mencetak kemenangan karena sebelumnya dikalahkan Persija. Tapi inilah hasil maksimal kami,” ujar Manager-Coach Arema FC Miroslav Janu.

Miro enggan mengomentari kualitas timnya setelah tidak diperkuat kapten tim Pierre Njanka. Ia ingin publik menilai sendiri bagaimana permainan Roman Chmelo dkk di lapangan. Yang pasti, dirinya tidak tertarik mengulas kasus Njanka terlalu dalam.

Di pertandingan tersebut, Arema sebenarnya memperoleh banyak peluang lewat Roman Chmelo, Noh Alam Shah, maupun TA Musafri. Sayang kurang tenangnya penyelesaian membuat Singo Edan harus puas hanya memasukkan satu gol ke gawang PSPS yang dikawal Dede Sulaiman.

PSPS juga tak mau ditekan begitu saja. Tim berjuluk Asykar Betuah juga menerapkan pola ofensif dan beberapa kali merepotkan pertahanan Arema yang dikomando Leonard Tupamahu. Namun tidak satu pun peluang yang berhasil menemui gawang.

Satu poin sebenarnya tidak begitu bagus untuk tim berstatus juara bertahan. Pasalnya, persaingan di papan semakin keras dan pertandingan kontra PSPS seharusnya berujung kemenangan melihat perbedaan kualitas. Namun mengingat kondisi klub yang masih belum menentu, Miroslav Janu nampaknya masih memaklumi hasil ini.
sumber : http://bola.okezone.com/read/2011/01/12/49/413282/arema-curi-poin-di-kandang-psps

Rabu Sore di Stadion Sport Center Kuansing PSPS vs Arema (Singo Edan)

Setelah libur panjang, PSPS Pekanbaru akan menjalani laga berat melawan juara bertahan Indonesia Super League (ISL) Arema Indonesia di Stadion Sport Center Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Rabu (12/1) sore nanti. Pelatih PSPS, Abdurrahman Gurning optimistis menang jika pergerakan trio 'Singo Edan' dimatikan.

Di lini depan, Arema memiliki tiga pemain yang kerap merepotkan lawan. Trisula maut Arema itu yakni Roman Chmelo, Noh Alam Syah dan Yongki Ariwibowo. "Tiga pemain itu tidak bisa dibiarkan menguasai bola. Pergerakan mereka harus dimatikan," kata Gurning kepada Metro Riau, Selasa (11/1).

PSPS untuk ketiga kalinya bentrok dengan Arema. Dalam dua pertandingan ISL musim lalu, kedua tim ini harus berbagi angka karena hanya mampu bermain imbang, baik di kandang PSPS maupun Arema.

Menurut Gurning, permainan Arema saat ini berbeda karena tim berjuluk Singo Edan itu dibesut pelatih baru, Miroslav Janu. Namun demikian, Gurning tetap yakin pasukan Askar Bertuah akan tetap menang.

Gelandang serang PSPS, April Hadi mengaku siap beraksi dan menghentikan pergerakan Yongki Ariwibowo. "Jika saya dipercaya menjadi starter, pemain lawan yang akan saya kunci adalah Yongki," kata pemain asal Kuantan Singingi.

Yongki memang patut diwaspadai. Striker Tim Nasional Indonesia itu saat ini sedang dalam performa terbaiknya. Dalam Piala AFF 2010 lalu, Yongki juga beberapa kali menjadi starter.

Miroslav Janu juga mengatakan timnya datang untuk mencuri poin. Dia bahkan berambisi untuk pesta gol, sebagai pelampiasan karena dalam pertandingan sebelumnya dilumat Persija Jakarta.

"Kita sudah beradaptasi. Panas di Kuansing tidak jauh berbeda dengan Pekanbaru. Kita optimis sukses dengan datang membawa skuad terbaik. Kami akan berusaha maksimal bermain di sini. Minimal hasil seri akan kami dapatkan. Kunci kekuatan PSPS ada pada Dzumafo dan Shin Hyun Joon. Anak-anak sudah memahaminya," tambah ," kata Miroslav.

Menurut Miroslav, PSPS yang tidak bertanding di Pekanbaru juga menguntungkan bagi timnya. "Perjalanan Pekanbaru ke Kuansing cukup melelahkan," sebutnya

Prakiraan Pemain

PSPS 4-4-2

Dede Sulaiman (K)
Danil Junaidi, Banaken Bassoken,
Dedi Gumawan, Agus Cima
Petrice Nzekou, Shin Hyun Joon,
Alamsyah, April Hadi
M Isnaini, Dzumafo


Arema 5-3-2-1

Kurnia Meiga (K)
Zulkifly Syukur, Benny Wahyudi,
Irfan Raditya,
Waluyo, Ahmad Farizi
Moch Fakhrudin, Ahmad Bustomi,
Esteban Guillen
Roman Chmelo, Noh Alam Syah
Yongki Ari Wibowo

sumber :  http://www.metroriau.com/read/sport/6700-2011-01-12-psps-vs-arema-singo-edan.html

Jumat, 07 Januari 2011

Sejarah Masjid yang dibangun waktu Satu Malam

Ada ratusan tempat ibadah umat islam di Jakarta merupakan bangunan tua, bahkan umurnya lebih dari empat abad. Salah satu yang paling tua adalah Masjid Al-Alam, di Kampung Marunda Pulo RW 07 Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Masjid yang berdiri sejak tahun 1600 itu, mempunyai nilai historis tersendiri. Lokasi Masjid yang berada persis di pesisir pantai Marunda merupakan salah satu 12 obyek destinasi wisata pesisir di Jakarta Utara.

Konon Masjid Al Alam (Al Auliya) Marunda, dibangun hanya dalam tempo semalam. Banyak kisah heroik muncul dari masjid ini, di antaranya Si Pitung.

Kedatangan para peziarah dari berbagai daerah, tidak lepas dari keistimewaan sejarah Masjid Al Alam yang konon dibangun oleh Walisongo.

"Masjid ini dibangun Walisongo dengan tempo semalam, saat menempuh perjalanan dari Banten ke Jawa," kata M. Sambo bin Ishak, wakil ketua Masjid Al Alam. "Karena itu, nama asli masjid ini Al Auliya, masjid yang dibangun para wali Allah," lanjutnya.

Sementara di tempat terpisah, tokoh Betawi, Alwi Shahab, mengatakan bahwa pendiri masjid Al Alam adalah Fatahilah dan pasukannya pada tahun 1527 M, setelah mengalahkan Portugis di Sunda Kelapa.

Ada keyakinan di masyarakat Marunda, bahwa Fatahillah membangun Masjid Al-Alam hanya dalam sehari. Meski berbeda pendapat, baik Sambo dan Alwi Shahab mengatakan hal yang sama bahwa Masjid Al Alam dibangun hanya dalam tempo semalam, meski pijakan alasan keduanya berbeda.

Berangkat dari tempo pembangunan itu, tidak mengherankan bila masjid yang ukurannya mirip musalah itu menjadi istimewa bagi masyarakat Marunda khusunya, dan umat Islam umumnya. Terlebih bila mengingat bahwa Masjid Al Alam juga sarat nilai sejarah perlawanan terhadap penjajah.

Seratus tahun kemudian (1628-1629), lanjut Alwi Shahab, ketika ribuan prajurit Mataram pimpinan Bahurekso menyerang markas VOC (kini gedung museum sejarah Jakarta) para prajurit Islam ini lebih dulu singgah di Marunda untuk mengatur siasat perjuangan.

Melongok Masjid Pangeran Jayakarta

Kumandang adzan menggema dari Masjid As-Salafiyah bersamaan dengan terik mentari yang berada tepat di atas kepala. Ini adalah salah satu masjid tertua di Jakarta.

Masjid yang berada di kawasan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, ini merupakan masjid bersejarah yang kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya, dan berusia lebih dari empat abad.

Konon, keberadaan Masjid ini tidak lepas dari nama Pangeran Achmad Djakerta (Pengeran Jayakarta), yang makamnya ada di sebelah masjid. Berdasarkan catatan sejarah, keberadaan masjid tersebut bermula ketika VOC menaklukkan Jayakarta (Mei 1619).

Saat itu JP Coen bukan saja menghancurkan keraton, tapi juga memporakporandakan masjid Kesultanan Jayakarta yang kini letaknya kira-kira di Kalibesar Timur.

Karena terdesak Pangeran Achmad Djakerta (Pangeran Jayakarta) dan pasukannya bergerak mundur ke timur hingga daerah Sunter, lalu ke selatan.

Sambil terus bergerak ke selatan, ketika itu Pangeran Jayakarta membuang jubahnya ke sebuah sumur tua. Ini untuk mengelabui VOC yang akan mengira Pangeran Jayakarta telah tewas ke dalam sumur tua itu.

PSPS Terus Matangkan Finishing

Pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning masih belum yakin dengan daya dobrak pemainnya jelang menghadapi juara bertahan Arema Indonesia, Rabu (12/1) mendatang di Stadion Sport Center Kuansing.


Hal itu pula yang membuatnya terus mengasah ketajaman para pemainnya, baik saat latihan dan serangkaian uji coba dengan tim lokal.

Selain itu pelatih yang akrab disapa Bang Haji itu mempersolid sistem penyerangan dan kerja sama antar lini.
‘’Ya, saya akui finishing belum maksimal. Ini masih terus dievaluasi sebelum tampil di laga resmi nanti lawan Arema,’’ jelasnya.

Untuk mengaplikasikan apa yang sudah diterapkan saat latihan, jika tidak ada halangan, skuad berjuluk Askar Bertuah ini  akan beruji coba lagi dengan PSPS U-21 di Stadion Rumbai petang ini. ‘’Besok (petang ini, red) kami kembali beruji coba dengan PSPS U-21. Laga ini akan kami manfaatkan untuk mempertajam kinerja para striker dan kerja sama tim,’’ ujar Gurning.

Kondisi skuad PSPS saat ini disebutkan Gurning, 80 persen siap tanding. Namun saat laga resmi nanti dia berharap sudah mencapai 100 persen.

Isnaini Sudah Fit
Di sisi lain Gurning mengatakan kondisi striker M Isnaini yang sebelumnya dikhawatirkan bisa tampil, kini dinyatakan sudah fit 100 persen. dengan kesembuhan Isnaini ini tentunya PSPS akan turun full team untuk mengamankan poin di laga kandang.

‘’Isnaini sudah fit, tinggal mengasah ketenangannya dalam melakukan finishing untuk menciptakan gol. Saya berharap dia juga yakin dengan kondisinya dan bisa kembali menciptakan gol bagi PSPS,’’ jelas Gurning
Selain memperbaiki sektor penyerangan, barisan pertahanan juga terus diasah kekompakannya, baik dalam menghalau serangan lawan maupun dalam membantu aliran bola untuk melakukan penyerangan.

Mengingat lawan yang akan dihadapi adalah Arema, maka Gurning akan menduetkan Dzumafo Epandi Herman dengan Isnaini, ditopang dengan kecepatan sayap kiri dan kanan, Patrice Nzekou dan April Hadi.
Menghadapi Arema yang saat ini diperkuat lima pemain Timnas seperti Kurnia Meiga, Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, Benny Wahyudi dan Yongki Ariwibowo, ditambah dengan striker subur Noh Alam Syah dan striker asing Roman Chmelo, pelatih Gurning sudah mempersiapkan strategi khusus untuk meredamnya. Dia meminta kepada pasukannya untuk tidak memberikan ruang gerak kepada lawan, namun harus bermain ngotot.

‘’Saya minta kepada pemain untuk tetap semangat dan tidak boleh memberikan ruang gerak kepada lawan. Selain itu dukungan suporter juga bakal sangat berarti nantinya saat pertandingan,’’ ujarnya
 
Sumber : Riau Pos.com

Asykar Theking Kuansing Terus Bertambah

Rencana Asykar Theking Kuansing mendukung PSPS semakin kuat. Ini ditandai dengan terus bertambahnya masyarakat Kuansing yang ingin menjadi anggota Asykar Theking.


Hal ini disampaikan ketua umum Asykar Theking Kuansing, Hevy Hery Antoni kepada Riau Pos, Kamis (6/1) kemarin di Telukkuantan.

Hevy yang didampingi ketua harian Rio Kastiwandri mengatakan, saat ini jumlah anggota Asykar Theking Kuansing sudah mendekati 500 orang dan angka ini akan terus bertambah.

“Keinginan masyarakat menjadi anggota Asykar Theking sangat tinggi. Kemarin yang menyatakan ingin bergabung adalah Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir. SMA Negeri 1 Telukkuantan juga siap bergabung dan memberikan dukungan kepada PSPS,” jelas Hevy.

Ditambahkan Hevy, kita akan terus menambah anggota sebanyak mungkin, karena kecintaan masyarakat Kuansing terhadap PSPS kian nyata. Semoga dukungan ini memberikan motivasi kepada PSPS,” ujarnya.
“Target kita meraup anggota sebanyak-banyaknya. Namun, karena ini adalah pertandingan perdana di Kuansing, tentunya masih banyak kelemahan yang harus kita perbaiki, seperti atribut dan kostum. Terlepas dari itu semua, kita akan selalu koordinasi dengan Asykar Theking Pekanbaru pada pertandingan berikutnya bisa lebih baik,” ujar Hevy
 
Sumber : Riau Pos.com

Selasa, 04 Januari 2011

Ada Gambar Joko Seger di Kepulan Asap Bromo

Beredar foto leluhur suku Tengger, Joko Seger, di kepulan asap tebal Gunung Bromo.

Foto berbau mistis ini sudah beredar di kalangan warga suku Tengger sejak status Bromo dinaikkan November 2010.

Warga suku Tengger mempercayai foto tersebut benar Joko Seger karena bentuk wajahnya seperti orang zaman kerajaan dulu.

Joko Seger merupakan penguasa kawasan Tengger bersama istrinya Roro Anteng. Keduanya mendiami wilayah Gunung Bromo karena tidak memiliki anak, setelah bersemedi oleh Sang Hyang Widi akhirnya dikarunia anak sangat banyak.

Namun, sesuai dengan perjanjian dengan Sang Hyang Widi, Joko Seger dan Roro Anteng harus menjadikan anak bungsunya sebagai sesembahan untuk Gunung Bromo.

"Gambar ini oleh warga diyakini penampakan Joko Seger, penguasa wilayah Tengger," kata Budi, warga Desa Ngadisari pada wartawan, Selasa (4/1/2011).

Sementara itu, Ketua Dukun Suku Tengger, Mujono, menyakini penampakan wajah, tangan, mata dan bentuk lainnya merupakan penampakan leluhur suku Tengger.

"Warga di sini tidak heran dengan penampakan leluhur pada letusan Gunung Bromo," ungkap Mujono. 
Sumber : http://nasional.inilah.com

Persibo tantang real Mataram

Gagal bertanding melawan Persebaya, Persibo Bojonegoro ganti menantang Real Mataram Yogyakarta. Pertandingan dua klub kontestan LPI ini direncanakan bakal dihelat di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Selasa (04/01)

“Uji coba Persibo dengan Real Mataram, akan digelar di Bojonegoro,” kata Manajer Persibo Bojonegoro, Taufik Risnendar, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, uji coba “skuad” Angling Dharma melawan Real Mataram tersebut, bisa untuk persiapan terakhir bagi kedua tim menjelang dimulainya laga LPI pada tanggal 8 Januari. Dia menjelaskan, rencana laga melawan Real Mataram tersebut, sudah disampaikan kepada Pelatih Persibo Sartono Anwar. “Pelatih menyambut baik dan tidak ada masalah,” jelasnya. Terpisah, Sartono Anwar menjelaskan, uji coba tersebut, akan dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana perkembangan anak asuhnya, setelah menjalani latihan rutin. “Uji coba tersebut akan dimanfaatkan untuk memantapkan tim, dalam menjalani laga di LPI,” katanya. Secara umum, lanjutnya, para pemain tidak banyak mengalami perombakan, hanya ada sejumlah pemain baru yang direkrut. “Sekalian, uji coba juga untuk melihat kemampuan pemain baru,” jelasnya.

Ditanya kemampuan tim yang masuk di LPI, Sartono Anwar mengaku, tidak banyak tahu. “Yang penting, Persibo harus siap menghadapi laga melawan tim yang masuk di laga LPI. Siapapun lawan yang harus dihadapi kita harus siap,” katanya.


Sumber : Persibo.com

Wisata Hutan Mangrove Bengkalis, Potensi Besar yang Belum Tergali

Rimbun dan hijaunya pohon bakau dan sejenisnya merupakan pemandangan yang sangat eksotik di sepanjang Sungai Kembung. Selain keindahan di sepanjang sungai tak kalah menariknya pemandangan di kuala sungai yang berbatasan dengan Teluk Tualang dan Pantai Tanjung Sendekip nan indah. Apalagi  ditambah dengan nuansa Selat Melaka menjadi pemandangan menarik semua orang.

Burung pemakan udang dan burung camar perlahan melayang di udara dan seketika berkelebat secepat kilat hinggap di ranting di celah pepohonan yang tumbuh menghijau di aliran Sungai Kembung. Embun pagi yang masih sangat tebal tampak menutupi jarak pemandangan pagi yang cerah saat itu. Dinginnya embun membuat kulit pagi itu terasa mengerut walaupun sudah ditutupi dengan jaket agak tebal.

Pagi itu Riau Pos, mencoba bertualang dan melihat keindahan alam di sepanjang aliran Sungai Kembung yang ukuran panjangnya mencapai 20 kilometer lebih yang memisahkan dua beberapa desa di Kecamatan Bantan. Terutama memisahkan Desa Teluk Pambang, Kembung Luar dan Desa Pematang Duku.

Senin, 03 Januari 2011

Fakhri Tampil jadi ”Bujang Lapok” di Malam Tahun Baru

Kelompok Randai Kuantan Dubalang Pekanbaru asuhan pelawak senior Fakhri Semekot kembali membuat kejutan dengan mementaskan secara mandiri randai pada malam tahun baru, Jumat (31/12) di Teater Arena Terbuka Taman Budaya Riau. Kali ini, Fakhri Dkk membawakan cerita bertajuk Bujang Lapuk yang sudah begitu akrab pada ingatan dan telinga orang Melayu.


Pertunjukan teater tradisional asal Kuantan Singingi tersebut, nantinya akan dimainkan 27 orang pelakon. Dikatakan Fakhri, sebelumnya pagelaran serupa pernah dipentaskan di Bali dan diharapkan dapat dinikmati pula orang-orang di Pekanbaru dari semua etnis dan suku yang berdomisili di Kota Bertuah ini. Ditambah lagi, Fakhri sangat berharap randai tidak hanya menjadi kebangaan orang-orang Kuansing tapi semua orang Riau, bahkan Indonesia.

‘’Kami mengharapkan randai Kuantan tidak lagi menjadi orang Kuansing saja tapi milik semua orang di Riau, bahkan Indonesia. Paling tidak, randai Kuantan bisa dimainkan hingga pada kalangan umum, pelajar dan mahasiswa. Bukan tidak mungkin, lahir pula sanggar randai Kuantan dari kampus-kampus yang ada di Riau,’’ ulas Fakhri kepada Riau Pos, Kamis (30/12).

Cerita Bujang Lapuk yang mereka bawakan pada malam pergantian tahun, malam ini pada pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Riau berkisah tentang seorang lelaki yang tak menikah hingga usia dewasa. Sudah banyak cara dan trik yang dilakukannya, bahkan ibunya, namun namanya jodoh yang menjadi rahasia Ilahi tetap tak singgah-singgah padanya. Karena merasa malu, si lelaki yang diberi nama Dolah (diperankan Fakhri Semekot) meminta izin untuk merantau ke negeri orang, sekadar mencari jodoh.

Di tengah perjalanan, di tengah hutan dekat sebuah danau, Dolah melihat perempuan sedang mandi dengan gembira. Tapi saat ia ingin menghampiri, perempuan-perempuan yang ternyata putri kayangan itu terbang dan melayang ke kayangan, negeri asalnya. Keesokan harinya, Dolah kembali mengintip putri-putri itu dan mencuri selendang berwarna kuning milik putri bungsu bernama Putri Lindung Daun.

Singkat cerita, dengan bersyarat putri Lindung Daun mau menikah dengan Dolah asal tidak menceritakan asal usul putri itu. Tapi malang tak dapat ditolak, Dolah tak dapat menyimpan rahasia dan menceritakan kepada semua orang bahwa si putri itu berasal dari kayangan. Akhir cerita, di putri pun kembali ke kayangan dan Dolah kembali menjadi bujang lapuk karena ulahnya sendiri
 
ayo majukan Budaya Kuantan Singingi di Kancah Nasional...
 
Sumber : Riau Pos.com

Jembatan Dusun Tombang Kopah Tak Masuk APBD

Masyarakat Dusun Tombang, Desa Kopah Kecamatan Kuantan Tengah, harus kembali bersabar. Pasalnya, usulan yang disampaikan mereka ke pemerintah untuk perbaikan jembatan kayu di Dusun Tombang, tidak masuk penganggaran APBD 2011.

Padahal, jembatan kayu tersebut memiliki fungsi yang cukup pital bagi masyarakat setempat. Menghubungkan antara Desa Kopah, Desa Jaya dan sekitarnya. Pihak DPRD Kuansing sudah beberapa kali menyampaikan agar pemerintah menganggarkan perbaikan jembatan kayu yang sudah rusak berat dan rawan tersebut.

Apalagi di bagian sisi kanannya terdapat tebing dan anak sungai yang cukup deras, apalagi saat musim hujan. Anggota DPRD Kabupaten Kuansing, Muhammad Gunarto sangat menyayangkan sikap pemerintah yang tak menyetujui anggaran perbaikannya. Hal ini disampaikannya dalam pembahasan APBD Kuansing 2011 yang baru pekan disahkan DPRD dan pemerintah. Menurut Muhammad Gunarto, jembatan di Dusun Tombang Desa Kopah, sejak tahun kemarin sudah ambruk dan tidak bisa lagi di lewati masyarakat. Sementara sejak tahun kemarin juga, pihaknya sudah menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut pada pemerintah, agar dianggarkan pada APBD 2011 ini.

‘’Sudah dari tahun kemarin direncanakan penganggarannya. Tapi kenapa tahun ini (APBD 2011-red) justru dihilangkan alias tidak dimasukan dalam program,’’ tanya Gunarto. Dikatakannya, setiap program yang tertunda tahun lalu, tahun berikutnya agar menjadi program prioritas. Banyak program tahun lalu yang dinilainya banyak tertunda selain perbaikan dan pembangunan jembatan Dusun Tombang ini.

Salah satunya juga pembangunan ruangan belajar SMAN 3 Teluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah. ‘’Ini harus difikirkan pemerintah. Seharusnya tertunda tahun kemarin, tahun ini masuk programnya,’’ beber Gunarto
 
Sumber : Riau Pos.Com

Minggu, 02 Januari 2011

Tangki Black Liquor PT IKPP Perawang Meledak

Di penghujung 2010, kecelakaan kerja terjadi di lokasi perusahaan PT IKPP Perawang, Kabupaten Siak.
Sebuah tangki untuk penimbun black liquor (cairan getah hitam) yang berada di areal perusahaan tiba-tiba rubuh dan meledak, Jumat (31/12) sekitar pukul 09.30 WIB.

Insiden tersebut menyebabkan tiga orang karyawan IKPP meninggal dunia di tempat dengan kondisi tubuh terbakar. Sementara itu, empat lainnya kritis akibat luka bakar. Keempat korban langsung dirujuk ke dua rumah sakit di Pekanbaru.

Korban yang meninggal dunia yakni Yasri Ferdian (30) karyawan IKPP, Ardi Antoni (25) karyawan PT Timas, dan Musarha (42) karyawan IKPP bagian seksi material. Korban dikebumikan di kampung halaman masing-masing.

Sedangkan korban yang mengalami luka bakar adalah, Nofarizal (45), Khairul (24) dan Sulaiman (22). Semua karyawan IKPP itu menjalani perawatan intensif di ICU Eka Hospital Pekanbaru.

Sabtu, 01 Januari 2011

STT-US Kuantan Singingi Cikal Bakal berdirinya UNIKS ( Universitas Islam Kuantan Singingi )

Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa adalah Cikal Bakal berdirinya Universitas Islam Kuantan Singingi. ini dikarenakan STTUS semakin hari semakin berbenah dan banyak Mahasiswa/mahasiswi yang masuk dan daftar untuk mengikuti kuliah. datang dari berbagai penjuru kecamatan di Kuantan Singingi. sehingga STTUS telah memenuhi syarat untuk mendirikan UNIKS.

Dalam waktu dekat ini, Kementerian Hukum dan HAM RI segera mengeluarkan akte pendirian Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS).

Hal ini dikatakan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kabupaten Kuantan Singingi (UNIKS) Prof Drs H Suwardi MS kemarin saat menghadiri pelantikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Unggulan Swarnadwipa (STIP-US), di Kebun Nenas.

Profesor yang mendapatkan piagam penghargaan Mutiara Bangsa ini mengatakan, saat ini akte pendirian UNIKS sudah ditandatangani Menkum dan HAM RI dan segera diterbitkan. Ia berharap, keputusan ini tidak akan terlalu lama.

UNIKS, kata Suwardi, merupakan gabungan dari tiga perguruan tinggi di Kuansing yakni, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Unggulan Swarnadwipa, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Unggulan Swarndwipa, serta Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Kuansing.