Jumat, 31 Desember 2010

Tahun Baru 2011 dijamin Aman

Masyarakat dapat menikmati acara-acara pergantian tahun dengan leluasa. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman, Kamis (30/12/2010), menjamin sepenuhnya keamanan di DKI Jakarta pada malam Tahun Baru 2011.

Sutarman juga menekankan agar masyarakat tidak melakukan penyisiran. Setiap masalah yang berkaitan dengan keamanan merupakan wewenang polisi.
Pengamanan disiapkan terutama untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas dan kriminalitas. Pengamanan disiapkan untuk mengamankan 1.619 gereja, 800 pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan obyek wisata yang menggelar acara khusus. ”Ada 7.000 personel disiapkan,” katanya.


Mereka akan dilengkapi peralatan yang memadai, antara lain metal detector, untuk mengantisipasi ancaman terorisme dan kriminalitas. ”Gerakan terorisme harus tetap diwaspadai,” katanya.
Kapolda juga meminta elemen masyarakat tidak melakukan penyisiran secara sembarangan. ”Jangan bertindak main hakim sendiri. Biarkan polisi yang menindaklanjuti setiap laporan masyarakat,” katanya.
Sedangkan untuk menghindari tindak kejahatan, Sutarman meminta masyarakat tidak mengenakan perhiasan yang mencolok di keramaian.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno menambahkan, jalan utama Jakarta Sudirman-Thamrin dan jalan menuju tempat wisata juga akan mendapat penjagaan polisi, khususnya Bundaran Hotel Indonesia. Penjagaan agar tidak macet dilakukan hingga 1 Januari untuk mengantisipasi orang-orang yang ingin ke Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Ancol.
Naik ke atap

Masyarakat boleh berkeliling kota guna merayakan malam tahun baru. Namun, polisi melarang mereka naik di atas atap kendaraan, menyalakan petasan, dan kebut-kebutan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Jafar mengatakan, di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ada 155 kegiatan di malam tahun baru. Kegiatan ini termasuk dua kegiatan zikir dengan massa ribuan orang di TMII dan daerah Kemang, Jakarta Selatan. ”Konsentrasi massa paling banyak di Ancol, yakni sekitar 280.000 orang, disusul TMII dengan 50.000 orang dan Monas sekitar 30.000 orang,” katanya.

Sumber : Jakarta Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar Anda adalah nyawa untuk membangun blog ini
maka dengan itu sebelum anda tinggalkan blog ini mohon kiranya tinggalkan komentar anda
trima asih anda telah bergabung dengan JALUR_Kuantan.Com semoga anda menikmatinya